Restorasi Ekosistem Semenanjung Kampar, Komitmen Perusahaan Sukanto Tanoto untuk Hutan Berkelanjutan

Restorasi Ekosistem Semenanjung Kampar, Komitmen Perusahaan Sukanto Tanoto untuk Hutan Berkelanjutan

Eksploitasi hutan secara berlebihan tidak hanya bisa merusak ekosistem. Kerusakan yang terjadi juga berpotensi merugikan setiap pihak yang bergantung padanya, terlebih perusahaan-perusahaan besar berbasis sumber daya alam. Hal inilah yang disadari oleh perusahaan Sukanto Tanoto, khususnya APRIL Group.

Sebagai salah satu produsen bubur kertas dan kertas terbesar di dunia, APRIL Group memproduksi 2,8 ton bubur kertas dan 1,15 ton kertas setiap tahunnya. Jumlah produksi sebesar itu membutuhkan bahan baku dalam jumlah yang tidak sedikit. Tanpa diimbangi dengan restorasi ekosistem, keberlangsungan perusahaan dipastikan terancam. Kerusakan hutan yang tidak ditangani juga bisa memengaruhi kehidupan manusia secara umum.

Demi mencegah hal tersebut, APRIL Group terus mengembangkan dan menerapkan sistem produksi yang bertanggung jawab dan berbasis pada hutan yang berkelanjutan. Bersama dengan ikatan Restorasi Ekosistem Riau (RER), unit bisnis Royal Golden Eagle ini juga turut terlibat secara aktif dalam merestorasi ekosistem, khususnya di Semenanjung Kampar.

Sumbangan Perusahaan Sukanto Tanoto untuk Restorasi Ekosistem Semenanjung Kampar

Semenanjung yang terletak di Provinsi Riau menjadi perusahaan Sukanto Tanoto untuk direstorasi. Sebuah semenanjung dengan area rawa gambut yang unik dengan keragaman hayati. Selama bertahun-tahun, kawasan ini telah terdegradasi oleh kegiatan ilegal. Mengeringnya rawa gambut dan hilangnya beberapa spesies juga turut meningkatkan kerentanan area ini terhadap kebakaran hutan.

Semenanjung Kampar, Kepulauan Riau
Sumber : aprildialog.com

Sejak Mei 2013, APRIL Group telah menyatakan dukungannya untuk merestorasi kawasan Semenanjung Kampar. Sumbangan dana sebesar 17 juta dollar AS diberikan secara bertahap demi mendanai program restorasi yang kini dikenal dengan sebutan Restorasi Ekosistem Riau (RER).

Pada awalnya, proyek RER hanya meliputi luas area 20.265 hektar. Namun angka tersebut terus bertambah. Pada tahun 2015, area yang direstorasi bertambah seluas 20.000 hektar.

Kerja sama dengan beberapa pihak dilakukan demi suksesnya program restorasi ekosistem Semenanjung Kampar. Flora & Fauna International (FFI) dan Bidara yang merupakan konsultan pengembangan sosial Indonesia menjadi mitra utama perusahaan Sukanto Tanoto dalam pelaksanaannya.

Restorasi ekosistem oleh APRIL Group dan mitra dilakukan dengan mengikuti 4 cara. Keempat cara tersebut meliputi perlindungan lanskap dari degradasi yang lebih serius, pengkajian ekosistem dan lingkungan sosial, restorasi dengan merevitalisasi flora dan fauna asli serta dengan mengelola area guna menjaga keragaman hayati.

Menumbuhkan Kesadaran dengan Memberdayakan Masyarakat Sekitar

APRIL Group menyadari bahwa restorasi ekosistem Semenanjung Kampar tidak akan berjalan sukses tanpa dukungan dari banyak pihak, khususnya dari masyarakat sekitar. Paradigma yang salah akan pembukaan lahan justru banyak memicu pembakaran hutan yang menjadi salah satu penyebab kerusakan ekosistem.

Selain melakukan restorasi, APRIL Group yang merupakan salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle juga terus mendorong kesadaran masyarakat akan dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pembukaan lahan dengan jalan membakar hutan. Selain menumbuhkan kesadaran dengan keilmuan, APRIL Group juga memberi dukungan alat untuk masyarakat yang ingin membuka lahan dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

Pelatihan mengenai cara bercocok tanam diselenggarakan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para petani di sekitar Semenanjung Kampar. Bahkan, tidak sedikit peserta pelatihan yang sukses membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Selain pelatihan bercocok tanam, program RER yang didukung oleh perusahaan Sukanto Tanoto juga membuka pelatihan peternakan. Pelatihan ini diselenggarakan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat agar mendapatkan sumber penghidupan alternatif tanpa harus membuka lahan atau mengeksploitasi hutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *