Simpan ASI Dengan Cara yang Tepat

By | November 8, 2017

Selain mempersiapkan susu ibu menyusui, tentunya masih ada banyak hal lainnya yang harus Anda persiapkan pasca melahirkan. Apalagi jika Anda adalah ibu yang bekerja di kantor, namun tetap ingin memberikan ASI eksklusif pada sang buah hati. Atau, Anda dikaruniai ASI yang melimpah meskipun tanpa mengikuti 11 tips memperbanyak ASI, sementara kebutuhan ASI anak baru lahir cenderung masih sedikit. Kedua kondisi ini akan mengharuskan Anda membeli pompa ASI dan berbagai benda lain yang dibutuhkan untuk menyimpan ASI.

Tips Simpan ASI yang Tepat

Namun, membeli semua benda tersebut akan percuma jika Anda tidak benar-benar mengetahui cara menyimpan ASI yang tepat. Bisa jadi ASI justru mengalami kerusakan akibat Anda salah dalam menyimpannya. Nah, supaya Anda tidak mengalaminya langsung saja yuk kita bahas, bagaimana cara menyimpan ASI yang tepat:

  • Seluruh alat dan media penyimpanan harus steril. Pastikan bahwa Anda menggunakan alat yang steril saat akan memompa ASI. Segera simpan ASI yang telah dipompa ke dalam media penyimpanan dan hindarkan kontak ASI dengan tangan. Terlalu lama membiarkan ASI berada dalam kondisi terbuka juga akan memberikan kesempatan ASI terkontaminasi oleh bakteri, sehingga bisa merusakkan kualitas ASI.
  • Gunakan media penyimpanan khusus ASI. Jangan sembarangan dalam memilih media penyimpanan untuk ASI. Sebaiknya piilihlah plastik dengan bahan khusus yang memang aman untuk menyimpan ASI. Plastik ini cenderung fleksibel dan tidak terlalu menghabiskan tempat saat Anda menyimpannya. Namun pastikan Anda telah menyegel plastik tersebut dengan rapat. Jika Anda tidak yakin dengan plasti, Anda bisa menggunakan botol plastik khusus. Botol ini lebih ringan dibandingkan dengan botol kaca, dan tidak mudah pecah saat Anda menyimpannya dalam freezer.
  • Simpan sesuai dengan takaran yang dibutuhkan. Perhatikan berapa banyak ASI yang dibutuhkan anak setiap kali minum. Sebaiknya simpan ASI dalam jumlah yang sesuai dengan takaran tersebut, jadi Anda tidak perlu menyimpan kembali ASI karena tidak habis terminum. Sebab jika ASI masih bersisa dan Anda menyimpannya kembali, tidak ada jaminan bahwa ASI tidak terkontaminasi bakteri.
  • Berikan label. Gunakanlah sistem FIFO (First In First Out), artinya jangan memilih ASI yang paling mudah terjangkau saja tetapi pilihlah yang lebih dulu Anda simpan. Untuk menandainya, gunakan label pada plastik ASI dan kemudian tulislah tanggal penyimpanan ASI tersebut.
  • Perhatikan lokasi dan suhu penyimpanan ASI. Perbedaan lokasi dan suhu penyimpanan akan sangat mempengaruhi ketahanan ASI.
    • Ruang terbuka (19-26 derajat celcius) = ASI bertahan 4-6 jam
    • Lemari ES (< 4 derajat celcius) = ASI bertahan 3-8 hari
    • Freezer (- 18 derajat celcius) = 3 minggu – 6 bulan.

Jika Anda menggunakan lemari ES dan freezer khusus untuk menyimpan ASI dan tidak dicampurkan dengan berbagai benda lainnya, maka ketahanan ASI akan bisa bertambah. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *