3 Mitos Kebakaran di Rumah, Apa Saja dan Bener Nggak?

By | April 4, 2017

Musibah kebakaran tentu tidak diinginkan semua orang, karena kerugian yang diakibatkan tidaklah sedikit. Sebagai antisipasinya, asuransi kebakaran atau melakukan beberapa hal untuk meminimalisir resiko yang diakibatkan dari musibah kebakaran nantinya. Misalnya saja, memiliki tabung pemadam api dan memahami cara menggunakan alat pemadam kebakaran, serta yang paling penting selalu cek kondisi alat-alat listrik di rumah atau peralatan rumah tangga lainnya yang dapat memicu timbulnya api.

KebakaranSelain persiapan di atas, informasi-informasi seputar kebakaran ini juga harus kamu ketahui. Termasuk juga tentang mitos kebakaran yang banyak dipublikasikan di media-media. Selain sebagai tambahan referensi informasi, kamu juga bisa memahami apakah mitos seputar musibah kebakaran ini benar atau nggak.

Karena biasanya mitos-mitos akan bisa pengaruhi kamu ketika mengambil keputusan baik sebelum terjadi kebakaran ataupun setelahnya. Apa saja mitos-mitos seputar kebakaran yang berkembang di masyarakat saat ini?

Mitos 1 : Api yang selalu menjadi penyebab jatuhnya korban jiwa

Faktanya : Jatuhnya korban jiwa, bukan dari api namun asap kebakarannya. Asap dari api ini banyak mengandung karbondioksida yang jika dibiarkan dan terhirup banyak akan menyebabkan nafas akan sesak dan ini akan menjadi racun.

Ketika terjadi musibah kebakaran, asap yang panas akan berkumpul di atas, kondisi ini justru terjadi kebakaran. Antisipasinya, segera tutup mulut dan hidung dengan kain! Bergerak dengan posisi menunduk, merangkak, ataupun tiarap.

Mitos 2 : Ada waktu 5 menit untuk keluar dari lokasi musibah kebakaran

Faktanya : Tidak ada ketentuan waktu yang pasti untuk meninggalkan ruangan yang terbakar. Justru sebisa mungkin untuk secepatnya meninggalkan lokasi kebakaran tersebut karena api akan gampang merembet dan terus bergerak.

Mitos 3 : Anda akan menyadari terjadi kebakaran dengan detektor asap.

Faktanya : Jika musibah kebakaran ini terjadi pada malam hari (tengah malam), penghuni rumah justru akan terlambat menyadarinya. Detektor asap ini hanya ditempatkan di ruang-ruangan tertentu, sehingga ini yang menyebabkan para penghuni akan telat dan baru menyadari ketika asap api sudah memenuhi rumah mereka.

Oleh karena itu, pastikan pemasangan detektor asap sebaiknya dipasang di tempat-tempat rawan dan cobalah untuk memeriksa alat tersebut secara berkala untuk melihat alat tersebut masih berfungsi atau tidak.

Sebaiknya jika terjadi kebakaran, sebaiknya kamu segera menyelamatkan diri dan keluarga. Jangan khawatir dengan harta benda yang terbakar, karena jika kamu ikut produk asuransi kebakaran maka semua itu akan bisa dikembalikan asal kamu melengkapi semua proses ketika ajukan klaim.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat. -apuy-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *